Di suatu tempat terdapat sebuah kerajaan yang sangat besar. Tanahnya subur, rakyatnya makmur, dan hidup rukun. Kerajaan ini amat sangat terkenal di segala penjuru negeri. Namanya Kerajaan Volvora. Kerajaan Volvora memiliki Raja yang arif dan bijaksana, dia baik dan selalu mengutamakan rakyatnya. Dia adalah Raja Azola. Di kerajaan Volvora tidak terdapat rakyat miskin, semua hidup sejahtera. Sebagian wilayah kerajaan Volvora adalah bentangan tanah hijau yang subur, sebagian lagi laut biru yang berkilau, di tengah-tengah kota mengalir sebuah sungai besar yang bersih dan jernih. Raja Azola memiliki istri yang sangat cantik. Dialah Sang Ratu. Dia lembut dan santun tutur katanya. Dia pandai membuat bait-bait puisi, dan dia sangat menyukai bunga. Dia bernama Ratu Roselina. Seluruh rakyat Kerajaan Volvora sangat mencintai raja dan ratu mereka.
Beberapa tahun setelah menikah, Raja Azola dan Ratu Roselina akhirnya mendapat sebuah anugerah dari Tuhan, yaitu seorang bayi perempuan yang cantik dan mungil. Kini Kerajaan Volvora dikaruniai seorang putri. Raja dan Ratu memberinya nama Florina. Putri Florina memiliki sebuah keistimewaan, sejak lahir tubuhnya memiliki aroma wangi bunga dan aroma tersebut tak pernah hilang dari tubuhnya meski Putri mandi. Karena wangi tubuhnya itulah Raja memberina nama Florina. Kebahagiaan yang dirasakan oleh Kerajaan Volvora pun bertambah dengan lahirnya Putri Florina. Ia tumbuh menjadi gadis yang cantik dan cerdas. Semua anggota kerajaan menyayanginya. Begitu pula seluruh rakyat Volvora. Kemanapun Putri pergi, ia selalu membawa keharuman, keceriaan dan kebahagiaan untuk orang-orang di sekelilingnya.
Namun ternyata di tempat lain, ada seseorang yang tidak menyukai kehadiran Putri Florina di Kerajaan Volvora. Dia adalah Kaktusa, adik semata wayang dari Raja Azola yang kini memimpin sebuah kerajaan kecil bagian dari kerjaan Volvora. Kaktusa dan istrinya memiliki seorang putra yang bernama Myceta. Dia adalah seorang anak yang tampan, pandai dan cerdas. Usianya satu tahun lebih tua dibanding Putri Florina. Kaktusa berharap Myceta lah yang kelak akan menggantikan Raja Azola sebagai Raja di Volvora dan bukan di Kerajaan kecil yang sekarang dia pimpin. Kaktusa adalah seseoarang yang tamak dan serakah. Namun harapannya untuk menjadikan Myceta pengganti Raja luntur dengan kelahiran Putri Florina yang hingga kini dicintai seluruh rakyatnya.
Lima belas tahun kemudian, Kaktusa diangkat oleh Raja untuk menjadi pendampingnya di Kerajaan Volvora, dan diminta untuk tinggal di dalam Kerajaan. Dan kerajaan kecil tempat tinggalnya akan dipimpin oleh Mantan Perdana Menteri yang berasal dari kerajaan seberang.Akhirnya Kaktusa beserta dengan istri dan Myceta pun pindah ke dalam Kerajaan. Kini Myceta telah berusia 17 tahun dan Putri Florina berusia 16 tahun. Niat Kaktusa untuk mengambil kekuasaan di Volvora semakin besar. Apalagi kini ia sudah mendapat kepercayaan dari Sang Raja. Ia pun mulai melakukan banyak cara untuk menyingkirkan Sang Putri.
Suatu hari Kaktusa pergi keluar Istana dan menemui seorang penyihir. Ia meminta penyihir untuk membuat Sang Raja jatuh sakit sehingga ia tak lagi bisa memimpin kerajaan. Sang penyihir pun memberikan ramuan kepada Kaktusa untuk dicampurkan pada makanan Raja. Beberapa hari kemudian Sang Raja pun jatuh sakit dan tak sadarkan diri. Raja tak bisa menggerakan tubuhnya dan tak dapat bicara. Banyak cara yang dilakukan oleh seluruh anggota kerjaaan untuk menyembuhkan Sang Raja, tetapi hingga 2 tahun sang Raja belum juga sembuh, sementara kekuasaan diberikan kepada Sang Ratu.
Tahun ini, Putri Florina tepat berusia 18 tahun dan Putri Florina sudah mampu untuk menggantikan Ratu Roselina memimpin Kerajaan Volvora. Putri Florina tumbuh menjadi Gadis yang cerdas dan cekatan. Dia mampu mengerjakan segala urusan kenegaraan berkat pendidikannya selama ini. Dan kini Putri sudah siap untuk menggantikan Raja Azola dan Ratu Roselina. Mendengar kabar tersebut, Kaktusa tidak tinggal diam. Dia kembali keluar Istana menemui Penyihir yang dahulu memberikan ramuan untuk membuat Raja sakit.Dia kembali meminta agar Putri Florina tak bisa memimpin kerajaan. Penyihir pun memberikan ramuan yang sama kepada Kaktusa.
Tak diduga sama sekali, ternyata ramuan tersebut tidak bekerja pada Putri Florina. Walaupun Kaktusa sudah mencampurkannya pada makanan dan minuman Putri tapi ramuan tersebut tidak bekerja. Kaktusa pun kembali pada Penyihir, dan meminta ramuan lain. Diberilah Kaktusa ramuan yang lebih kuat dibanding sebelumnya. Tapi hasilnya tetap sama. Setelah berkali-kali ramuan itu diberikan Putri tetap tidak mengalami perubahan apapun. Dia tetap dapat beraktivitas seperti biasanya. Kaktusa belum menyerah, ia pun kembali pada penyihirnya lagi untuk meminta sesuatu yang bisa membuat putri tak lagi bisa memimpin kerajaan. Akhirnya Sang penyihir pun membuat ramuan untuk membuat putri menua. Jika menelan ramuan tersebut maka putri akan menjadi tua 50 tahun dibandingkan umur yang sebenarnya. Namun seperti ramuan yang sebelumnya, rupanya ramuan itu pun kembali tak bekerja pada sang putri. Kaktusa belum juga menyerah, ia pun kembali lagi ke tempat sang penyihir dan meminta lagi ramuan yang lebih kuat. Dia meninggalkan Istana dengan penuh kemarahan, dia tak menyadari bahwa diam-diam putri mengutus seseorang untuk mengikutinya. Ternyata putri merasa curiga karena selama ini Kaktusa keluar istana tanpa kepentingan yang jelas.
Dari utusannya Putri mengetahui bahwa selama ini Kaktusa pergi ke seorang penyihir jahat yang telah membuat Raja sakit. Akhirya, suatu hari diam-diam Sang putri keluar istana tanpa sepengetahuan siapapun dan pergi untuk menemui penyihir yang biasa ditemui oleh Kaktusa. Dia menemui Penyihir tersebut untuk meminta penawar untuk sang Raja. Namun ternyata sang penyihir tak memiliki penawar tersebut. Dan penawar untuk Raja Azola adalah setangkai bunga emas mekar yang berada di sebuah dasar laut. Dan bunga tersebut hanya akan mekar satu kali dalam siklus hidupnya, dan tidak seorang pun yang mengetahui kapan bunga itu mekar.
Sabtu, 22 Desember 2012
Rabu, 07 November 2012
Kuliah is Fun! ~ Dormitory ~
Beres-beres kamar ga sengaja nemu album kenangan dari Echa, ucapan ultah dari Rakhma, ucapan ultah dari Dinov, sama kesan-kesan temen-temen GM 43 dan pengurus BEM FEMA buat gw. hmmm...ga berasa ternyata udah 2 tahun lepas dari predikat mahasiswa. Tapi walaupun udah ga menyandang gelar itu, tapi kenangannya, keseruannya masih berasa.
Macem-macem yang namanya tingkah mahasiswa. Tingkat pertama masuk kampus, masih anteng (iya ya? :p). Ga pernah bolos kuliah. Emang tergantung temen sih ya. Dulu temen gw waktu tingkat pertama itu anak baik-baik, namanya Sevara. Tiap hari dia nyamper gw buat beragkat kuliah. Bersedia nungguin gw mandi, siap-siap dan segala ritual sebelum berangkat kuliah, termasuk sarapan. Dia juga sabar nungguin gw yang kadang waktu dia nyamper ke kamar 159 gw masih molor. Berangkat kuliah jadi mepet, kadang malah telat gegara nyasar ke tempat kuliahnya. Padahal kita berangkat juga udah naik bus kampus yang buat masuknya musti berebutan sama mahasiswi2 yang lain. Kuliahnya di fakultas mana naik bus nya yang ke fakultas mana. Tapi dia sabar banget beneran. Sampenya di kelas, gw paling anti duduk di barisan pertama, karna itu bukan tempat yang nyaman buat ritual wajib gw, tidur di tengah kuliah. Jadi dari semester awal juga tempat ternyaman buat gw adalah barisan ketiga dari belakang paling pojok, apalagi kalo kuliahnya udah di FKH yang kadang gw berangkatnya jalan kaki gegara telat ga keburu ngejar bis.
Di halaman asrama putri dulu banyak banget pohon kersen (bener ga ya), buahnya kecil-kecil merah manis. Nah kalo pas lagi ga ada kerjaan...(jujur ya semester pertama kerjaan gw kuliah pulang kuliah pulang tidur) gw bareng sama temen2 manjatin itu pohon, dan ngambilin buah sebanyak-banyaknya. Itu buahnya nanti dimakan ramean ato ga langsung di telen di atas pohonyya. Ya kadang kalo pas kuliah sore di bawa buat obat ngantuk di kelas. Lumayan daripada keluar duit buat permen.
Gw bukan termasuk mahasiswa penurut. Hukuman dari SR sering juga gw dapet, bukan gegara gw ga ikut apel pagi ato ngaji mingguan, tapi lebih sering gegara gw pulang lewat jam malam. Di asrama dw dulu diberlakukan sistem jam malam, penghuni asrama putri dilarang pulang lebih dari jam 9 malam. Doeng!! Ga masalah sih, toh hukumannya paling kartu mahasiswa disita dan disuruh bersih2 kamar mandi dan lorong asrama. Bukan hal sulit lah...tinggal pegang sapu sma alat pel, nonton tipi....sejam kemudian lapor deh ke SR kalo bersih2nya udahan. Siapa juga kan yang bakal ngawasin kita bersih-bersih tengah malem begitu, hahahaa.
Satu kejadian yang paling gw inget waktu di asrama. Kejadiannya saat itu bertepatan sama hari raya Idul Adha, dan malam tahun baru. Waktu itu asrama putri bener-bener sepi. Semua mahasiswi yang berasal dari daerah Jabodetabek pulang ke rumah masing-masing. Nah gw sebagai mahasiswi yang berasal dari Jawa tetep stay di asrama. Pertimbangannya sih pertama, jarak Bogor-Pekalongan 9 jam, jauh, bakal capek di jalan, apalagi waktu itu belum ada bis langsung Bogor - Pekalongan, jadi pertimbangan kedua adalah ribet. Ketiga kebetulan orang rumah semua pergi ke Jogja hari itu, jadi pulang juga ga ada orang di rumah. dan yang terakhir adalah ongkos, maklum mahasiswa bo'. Cukup membosankan malam itu tetep diasrama tanpa acara apapun, tiba-tiba ada sms dari mas yang kebetulan juga kuliah di Bogor. Dia ngajakin bakar-bakaran bareng temen-temennya di kosan, dan gw disuruh kesana. Begonya adalah gw nolak undangannya. Pertama karna kosan dia harus ngelewatin tengah-tengah kuburan dan dulu gw masih penakut ya buat jalan sendirian di tengah kuburan sendiri malem-malem. Yang kedua, gegara ada pengumuman di asrama juga bakal ada acara bakar-bakaran. Ehmm..sebego-begonya orang juga bakal tetep ngejogrok di asrama dong ya nungguin acara bakar-bakaran dibanding musti ke kosan yang kudu lewat kuburan itu. Tapi sayangnya....semua ga seindah yang dibayangkan. sampe lewat jam 9 malam, ga ada juga tanda-tanda bakal ada acara bakaran di asrama. Perut lapar dan mati gaya semaleman. Ga lama ada instruksi dari para SR buat semua penghuni astri (asrama putri) buat kumpul di salah satu gedung asrama dan tiap orang membawa piring dan sendok. Langsung semua penghuni asrama berbondong ke gedung yang disebut di instruksi tadi termasuk gw. Sampai disana semua diharap membuat barisan 6-7 orang. Setelah barisan rapi kita diminta saling berhadapan dan duduk. Pikir gw apaan sih ini, mau makan aja ribet deh ya....Tiba-tiba para SR keluar dengan membawa daun pisang yang masih lengkap dengan pelepahnya, diberilah kita 2 sampai 3 daun tiap kelompok. OOOhh..ini pasti ngariung makannya, pikir gw. Setelah itu keluarlah nasi bejibun, dan setelah itu kerupuk, semua di letakkan di atas daun pisang yang tadi dibagikan. Uwahh..makanannya banyak banget, bisa makan sate banyak ini mah, pikir gw (maklum mahasiswa pas-pasan). Ga lama..bener deh itu keluar satenya...tapiiiiiii bukan banyak yang dibaginya, satu tusuk tiap orang. GLEK! pupus sudah harapan gw buat makan enak malam itu, ngeliat nasi dan kerupuk yang meggunung dengan satu tusuk sate,,,,hfff..cuma bisa menghela nafas. Tapi bersyukurlah, Walaupun ga makan enak, seenggaknya gw makanlah malam ini. **kenapa gw ga beli makan sendiri???itu karna ga ada warung makan yang buka disekitar asrama dan kampus, masak mi juga ga bisa karna ga disediain dapur di asrama**
Itu cuma salah satu kejadian konyol di asrama, masih banyak kejadian-kejadian lain. Kaya waktu ada kehebohan kebakaran di asrama yang semua penghuninya keluar dari gedung kecuali gw yang masih tidur pules dan ga tahu menahu kejadian itu, dan baru tahu waktu besokannya di kelas semua orang ngebahas kejadian itu. Gw kaya anak kecil melongo yang ga ngerti ada kejadian seheboh itu di gedung asrama gw sendiri. Yang kebayang di kepala gw, untung ternyata itu cuma bau belerang dari belakang asrama bukan mesiu kaya tebakan orang-orang. Nah kalo beneran???Tapi ternyata Allah masih sayang sama gw. Gw ga tau kenapa gw bisa sekebluk itu tidur, sampe ada orang heboh kebakaran dan gempa gw ga kebangun. Yaahh...gw tau si gw udah dapet predikat pelor dan kebluk sejak di asrama. Tapi ga sekebluk itu juga kali ya...bahkan sampe gw masuk ke GM ternyata kebiasaan itu masih kebawa. Tidur dimana saja dan kapan saja. :D
Macem-macem yang namanya tingkah mahasiswa. Tingkat pertama masuk kampus, masih anteng (iya ya? :p). Ga pernah bolos kuliah. Emang tergantung temen sih ya. Dulu temen gw waktu tingkat pertama itu anak baik-baik, namanya Sevara. Tiap hari dia nyamper gw buat beragkat kuliah. Bersedia nungguin gw mandi, siap-siap dan segala ritual sebelum berangkat kuliah, termasuk sarapan. Dia juga sabar nungguin gw yang kadang waktu dia nyamper ke kamar 159 gw masih molor. Berangkat kuliah jadi mepet, kadang malah telat gegara nyasar ke tempat kuliahnya. Padahal kita berangkat juga udah naik bus kampus yang buat masuknya musti berebutan sama mahasiswi2 yang lain. Kuliahnya di fakultas mana naik bus nya yang ke fakultas mana. Tapi dia sabar banget beneran. Sampenya di kelas, gw paling anti duduk di barisan pertama, karna itu bukan tempat yang nyaman buat ritual wajib gw, tidur di tengah kuliah. Jadi dari semester awal juga tempat ternyaman buat gw adalah barisan ketiga dari belakang paling pojok, apalagi kalo kuliahnya udah di FKH yang kadang gw berangkatnya jalan kaki gegara telat ga keburu ngejar bis.
Di halaman asrama putri dulu banyak banget pohon kersen (bener ga ya), buahnya kecil-kecil merah manis. Nah kalo pas lagi ga ada kerjaan...(jujur ya semester pertama kerjaan gw kuliah pulang kuliah pulang tidur) gw bareng sama temen2 manjatin itu pohon, dan ngambilin buah sebanyak-banyaknya. Itu buahnya nanti dimakan ramean ato ga langsung di telen di atas pohonyya. Ya kadang kalo pas kuliah sore di bawa buat obat ngantuk di kelas. Lumayan daripada keluar duit buat permen.
Gw bukan termasuk mahasiswa penurut. Hukuman dari SR sering juga gw dapet, bukan gegara gw ga ikut apel pagi ato ngaji mingguan, tapi lebih sering gegara gw pulang lewat jam malam. Di asrama dw dulu diberlakukan sistem jam malam, penghuni asrama putri dilarang pulang lebih dari jam 9 malam. Doeng!! Ga masalah sih, toh hukumannya paling kartu mahasiswa disita dan disuruh bersih2 kamar mandi dan lorong asrama. Bukan hal sulit lah...tinggal pegang sapu sma alat pel, nonton tipi....sejam kemudian lapor deh ke SR kalo bersih2nya udahan. Siapa juga kan yang bakal ngawasin kita bersih-bersih tengah malem begitu, hahahaa.
Satu kejadian yang paling gw inget waktu di asrama. Kejadiannya saat itu bertepatan sama hari raya Idul Adha, dan malam tahun baru. Waktu itu asrama putri bener-bener sepi. Semua mahasiswi yang berasal dari daerah Jabodetabek pulang ke rumah masing-masing. Nah gw sebagai mahasiswi yang berasal dari Jawa tetep stay di asrama. Pertimbangannya sih pertama, jarak Bogor-Pekalongan 9 jam, jauh, bakal capek di jalan, apalagi waktu itu belum ada bis langsung Bogor - Pekalongan, jadi pertimbangan kedua adalah ribet. Ketiga kebetulan orang rumah semua pergi ke Jogja hari itu, jadi pulang juga ga ada orang di rumah. dan yang terakhir adalah ongkos, maklum mahasiswa bo'. Cukup membosankan malam itu tetep diasrama tanpa acara apapun, tiba-tiba ada sms dari mas yang kebetulan juga kuliah di Bogor. Dia ngajakin bakar-bakaran bareng temen-temennya di kosan, dan gw disuruh kesana. Begonya adalah gw nolak undangannya. Pertama karna kosan dia harus ngelewatin tengah-tengah kuburan dan dulu gw masih penakut ya buat jalan sendirian di tengah kuburan sendiri malem-malem. Yang kedua, gegara ada pengumuman di asrama juga bakal ada acara bakar-bakaran. Ehmm..sebego-begonya orang juga bakal tetep ngejogrok di asrama dong ya nungguin acara bakar-bakaran dibanding musti ke kosan yang kudu lewat kuburan itu. Tapi sayangnya....semua ga seindah yang dibayangkan. sampe lewat jam 9 malam, ga ada juga tanda-tanda bakal ada acara bakaran di asrama. Perut lapar dan mati gaya semaleman. Ga lama ada instruksi dari para SR buat semua penghuni astri (asrama putri) buat kumpul di salah satu gedung asrama dan tiap orang membawa piring dan sendok. Langsung semua penghuni asrama berbondong ke gedung yang disebut di instruksi tadi termasuk gw. Sampai disana semua diharap membuat barisan 6-7 orang. Setelah barisan rapi kita diminta saling berhadapan dan duduk. Pikir gw apaan sih ini, mau makan aja ribet deh ya....Tiba-tiba para SR keluar dengan membawa daun pisang yang masih lengkap dengan pelepahnya, diberilah kita 2 sampai 3 daun tiap kelompok. OOOhh..ini pasti ngariung makannya, pikir gw. Setelah itu keluarlah nasi bejibun, dan setelah itu kerupuk, semua di letakkan di atas daun pisang yang tadi dibagikan. Uwahh..makanannya banyak banget, bisa makan sate banyak ini mah, pikir gw (maklum mahasiswa pas-pasan). Ga lama..bener deh itu keluar satenya...tapiiiiiii bukan banyak yang dibaginya, satu tusuk tiap orang. GLEK! pupus sudah harapan gw buat makan enak malam itu, ngeliat nasi dan kerupuk yang meggunung dengan satu tusuk sate,,,,hfff..cuma bisa menghela nafas. Tapi bersyukurlah, Walaupun ga makan enak, seenggaknya gw makanlah malam ini. **kenapa gw ga beli makan sendiri???itu karna ga ada warung makan yang buka disekitar asrama dan kampus, masak mi juga ga bisa karna ga disediain dapur di asrama**
Itu cuma salah satu kejadian konyol di asrama, masih banyak kejadian-kejadian lain. Kaya waktu ada kehebohan kebakaran di asrama yang semua penghuninya keluar dari gedung kecuali gw yang masih tidur pules dan ga tahu menahu kejadian itu, dan baru tahu waktu besokannya di kelas semua orang ngebahas kejadian itu. Gw kaya anak kecil melongo yang ga ngerti ada kejadian seheboh itu di gedung asrama gw sendiri. Yang kebayang di kepala gw, untung ternyata itu cuma bau belerang dari belakang asrama bukan mesiu kaya tebakan orang-orang. Nah kalo beneran???Tapi ternyata Allah masih sayang sama gw. Gw ga tau kenapa gw bisa sekebluk itu tidur, sampe ada orang heboh kebakaran dan gempa gw ga kebangun. Yaahh...gw tau si gw udah dapet predikat pelor dan kebluk sejak di asrama. Tapi ga sekebluk itu juga kali ya...bahkan sampe gw masuk ke GM ternyata kebiasaan itu masih kebawa. Tidur dimana saja dan kapan saja. :D
Kamis, 06 September 2012
Surat Cinta
Aku jatuh cinta
Tapi bukan kepadamu aku akan mengatakannya
Akan aku katakan semua pada Allah
dan aku mohon kepada-Nya untuk menyampaikannya
Aku jatuh cinta
Dan kemudian aku tulis semua kata cinta
Bukan untuk aku kirimkan padamu
Tapi untuk aku titipkan pada Allah
Agar suatu hari Dia menyampaikannya melalui hatimu
Aku jatuh cinta
bukan melalui pandangan mata
Tapi karna pandanganmu terhadap dunia tentang makna bahagia
Aku jatuh cinta
Bukan untuk mencari arti bahagia
Tetapi karena bahagia itu cinta
Aku jatuh cinta
Karena saat cinta itu tiba aku menyambutnya
dan dengan ikhlas menerimanya
Aku jatuh cinta
Tapi aku tidak tahu kenapa aku bisa mencinta
Aku jatuh cinta
Tapi aku tak tahu kenapa padamu aku cinta
Yang aku tahu
Aku jatuh cinta
Karena Allah menganugerahkan sebuah rasa
yang disebut CINTA
Tapi bukan kepadamu aku akan mengatakannya
Akan aku katakan semua pada Allah
dan aku mohon kepada-Nya untuk menyampaikannya
Aku jatuh cinta
Dan kemudian aku tulis semua kata cinta
Bukan untuk aku kirimkan padamu
Tapi untuk aku titipkan pada Allah
Agar suatu hari Dia menyampaikannya melalui hatimu
Aku jatuh cinta
bukan melalui pandangan mata
Tapi karna pandanganmu terhadap dunia tentang makna bahagia
Aku jatuh cinta
Bukan untuk mencari arti bahagia
Tetapi karena bahagia itu cinta
Aku jatuh cinta
Karena saat cinta itu tiba aku menyambutnya
dan dengan ikhlas menerimanya
Aku jatuh cinta
Tapi aku tidak tahu kenapa aku bisa mencinta
Aku jatuh cinta
Tapi aku tak tahu kenapa padamu aku cinta
Yang aku tahu
Aku jatuh cinta
Karena Allah menganugerahkan sebuah rasa
yang disebut CINTA
Selasa, 07 Agustus 2012
Tara
Ini sudah jam 2 pagi, tapi gw belum bisa memejamkan mata
semenitpun. Ga ada sesuatu yang bisa gw kerjain, kerjaan kantor semua udah
beres, nonton tv ga ada siaran yang menarik, online internet jam segini mana
ada temen. Jadi aja gw merem melek sendirian di ruang tv. Sudah lebih dari
seminggu ini gw ga tidur di kamar karna kamar gw dipake adek gw yang baru
keluar dari rumah sakit. Insomnia gw ini juga salah satu akibatnya, karna gw ga
bisa tidur waktu jagain adek gw.
Ddddddrttt.......dddddddrrrrrtttttttt.......ddddddrttttt..
Hp gw bunyi, hmmm...siapa sih ini yang telfon jam segini? Bukan tengah malem lagi kali ini, tapi pagi! Gw cari hp gw yang ternyata ada di bawah kaki gw (biasanya nyampe kolong tuh hp). Gw pantengin tuh layar hp yang segambreng, hhhmmm...Ari! Di hp emang ga keluar nama si penelpon, tapi gw apal banget ini nomor siapa, karna nama itu baru banget gw hapus 4 hari yang lalu. Yap! Bisa dibilang gw labil, tiap ada masalah sama Ari, pasti nomornya gw hapus dari kontak hp, kalo udah beres masalahnya gw save lagi. Kelamaan gw ngangkat, akhirnya panggilan pun selesai. Tapi tak lebih dari 5 detik, hp gw kembali lagi bergetar.
“Assalammualaikum” dengan suara seperti orang tidur gw angkat telpon dari Ari
“Wa’alaikumsalam, kamu udah tidur?”
“Iya, kenapa?”
“jangan tidur..aku pengen ngobrol, pengen denger suara kamu”
“ini jam berapa? Aku masih tidur, besok aja ya nelpon lagi”
“Yaudah sana..jangan lupa baca doa lagi...Assalammualaikum”
“Wa’alaikumsalam”
Sebenernya gw belum ngantuk sama sekali, tapi gw lagi males ngomong sama Ari. Ini bukan tanpa sebab. Empat hari yang lalu, Nuri ngajak gw chat seperti biasanya di waktu jam makan siang. Tapi dia bilang ada hal yang mau dia omongin ke gw serius. Oke...gw sama Nuri emang ga pernah yang namanya ngobrol serius, yang kita omongin selalu aja ga penting. Tapi hari itu dia bilang dia pengen ngomong serius.Nuri adalah salah satu temen terdekat gw, dan dia tau hampir semua kisah gw sama Ari.
“Tar, gw pengen ngaku sesuatu sama lo, tapi lo jangan marah ya...”
“Ngomong apa? Serius bener...”
“Tapi lo janji dulu jangan marah”
“Iya, janji..kelamaan lo ah”
“Ari nembak gw dua hari yang lalu, lo ga marah kan Tar?”
“Hmm,,,,oke, ngapain lo cerita ke gw?”
“Yah..gw ga enak sama lo Tara...secara kan Ari itu mantan
lo, belom lagi lo masih sering jalan sama dia sampe sekarang, dan gw kenal dia
juga gara-gara lo kan?”
“Terus? Apa hubungannya sama gw Nuriiii???”
“Yah..lo masih suka sama Ari kan Tar? Tapi ga gw terima kok
Si Ari, dia juga kayanya ga serius nembak gwnya..lagian gw juga tau dia itu
sukanya sama lo, bukan sama gw....eehmm, Lo ga marah sama gw kan Tar?”
“Engga kok tenang aja, gw ga marah sama lo...lo mau terima
ato nolak Ari juga itu terserah lo, kalo emang lo suka sama dia, ga peduli itu
mantan gw ato bukan ya silahkan..toh kita kan jauhan, Lo di Bekasi, Ari di
Jakarta, nah gw di Jogja...”
“Tapi lo jangan bilang ke Ari nya kalo gw cerita ke lo dia
nembak gw...”
“Iyaaaa...gw ga akan cerita”
Obrolan selesai. Serius gw ga marah sama Nuri, ga sama sekali, gw juga ngerasa kalo Ari itu cocok sama Nuri. Tapi gw berhak marah sama Ari karna dia bohong sama gw. Akhirnya hari itu juga gw delete nomor hp dia. Seperti biasa tiap hari dia sms dan telpon, tapi ga pernah gw bales dan gw angkat. Gw orang yang suka ngoceh sembarangan waktu emosi, jadi daripada gw ngomong yang engga-engga sama Ari mending gw diemin dia dulu. Toh sebenernya gw udah ga ada hak lagi buat marah sama dia, karna gw bukan siapa-siapanya.
Sudah lewat jam 3 dan gw tetep belum bisa tidur. Gw inget sekitar dua minggu yang lalu, Ari membicarakan Nuri di telpon, Dia nanya ke gw kenapa gw ga bisa jadi orang seperti Nuri yang notabene rame, ceplas ceplos, asyik, gaul, santai. Oke gw emang beda banget sama Nuri, gw cuek, kurang perhatian, rasional, logis, dan semua selalu dipikirin baik ato buruk dan ga kalah jeleknya..gw moody. Gw ga bisa menunjukkan perhatian sepenuhnya walopun gw pengen. Mungkin karna gw ga tau caranya. Tapi gw lebih suka jadi diri gw yang apa adanya seperti ini. Dan gw ga suka diminta untuk menjadi seperti orang lain.
Hari ini gw kesiangan ke kantor, gara-gara gw baru bisa tidur jam setengah empat lewat. Dan hari ini pasien begitu banyaknya. Gw Cuma berdoa, semoga pasien gw semua diberi kesehatan, biar pada pulang dah hari ini..yah walopun ga semua, paling ga setengah deh, biar gw bisa curi-curi waktu sebentar buat tidur. Tiba-tiba ada sebuah pesan masuk :
Ari : Kamu sibuk ga hari ini?
Belum sempet bales pesan, masuklah panggilan dari nomor yang
tidak asing
“Assalamualaikum”
“Wa’alaikumsalam, kok lama bales smsnya? Hari ini kamu sibuk
ga?”
“engga siii, paling ada kerjaan dikit-dikit...pasien udah
mau pada pulang sih” gw jawab sekenanya.
“ooohh..ga sibuk donk”
“Enggaklah..”
“Yaudah nanti jam 2 aku jemput ke kantor ya...aku ada
undangan di Hotel deket kantor kamu”
“Hah??emang kamu di Jogja??”
“Iya...sampe ketemu nanti jam 2, Assalammualaikum ”
“Eh...tapi akuu...” Tut tut tut tut...telepon sudah dimatikan
.
Gw kebingungan, di saat seperti ini gw harus ketemu sama dia?. Oke dia ga tau gw marah sama dia, tapi mana bisa gw ketemu sama orang yang gw lagi ga mood sama dia???
Gw liat jam kantor....dan What!!ini jam setengah 2, Oh my
God!bentar lagi dia pasti nongol di kantor! Damn!
Senin, 14 Mei 2012
Indah Pada Waktunya
Hidup ini selalu penuh dengan keseimbangan, ada banyak ada sedikit, ada kanan ada kiri, ada laki-laki ada perempuan, ada atas ada bawah, dan ada baik ada pula jahat. Begitu juga proses belajar, kita selalu dihadapkan dengan keseimbangan ada gagal ada berhasil, ada nilai 0 ada juga nilai 100. Tinggal bagaimana kita menyikapi keduanya, yaitu saat kita berada di posisi gagal atau berhasil, saat kita mendapat angka 0 atau 100. Akankah kita sombong saat mendapat keberhasilan atau kita terlalu bangga saat mendapat angka 100. Akankah kita terpuruk saat kita gagal atau akankah kita terlalu berlarut-larut dalam kesedihan saat mendapat angka 0. Apapun sikap yang kita ambil itulah yang akan menghasilkan kita di kemudian hari.
Seperti yang saya alami saat ini. Bukan berada di titik teratas, bisa dikatakan saya sedang dihadapkan pada suatu titik rendah dalam hidup saya. Kenapa?? karena saya merasa belum bisa berguna dan bermanfaat untuk orang lain. Tapi saya tidak mau berlarut-larut dalam kondisi ini. Karena saya tahu semua akan indah pada waktunya. Ahahaa...bisa dibilang saya orang yang "ndableg" udah berada di kondisi seperti ini tetep aja masih bisa cekakak cekikik. Saya tahu, Allah tidak akan membiarkan saya terus dalam kondisi seperti ini jika saya terus berusaha. Tidak ada yang mustahil bagi Allah SWT, Allah Maha Pemberi Rizki. Dengan selalu berusaha dan berdoa Insya Allah :) Akan ada pelangi setelah hujan, akan menjadi kupu-kupu setelah kepompong. Yang mesti dan harus selalu saya ingat adalah untuk selalu bersyukur. Bersyukur atas nikmat yang selalu dilimpahkan-Nya. Bersyukur karena selalu ada Ibu, Bapak, saudara dan teman yang selalu mendukung dan mengingatkan untuk tetap bersemangat. Saya bersyukur, karena dengan begini saya bisa melihat siapa-siapa yang tetap ada untuk saya dan siapa-siapa yang menjadi seakan tak mengenal saya. hihihiii....karena setiap langkah adalah pembelajaran bagi kita. kadang kita lewat jalan yang mulus kadang kita lewat jalan berkerikil. Saat kita melewati jalan berkerikil yakinlah kalo di depan telah ada jalan mulus, tapi saat kita lewat jalan mulus, jangan lupa bahwa akan ada pula jalan berkerikil.
Ayo semangat! semangat! Setiap esok adalah harapan, jangan pernah menyerah, Allah tidak menyukai hambanya yang berputus asa :)
- Jangan lupakan yang wajib, rutinkan yang sunnah, langgengkan sedekah, pantaskan diri dihadapan-Nya
**Selfminder**
Langganan:
Postingan (Atom)