Selasa, 15 Januari 2013

Etika Berkomunikasi

Yah..dan lagi-lagi saya ingin menulis sesuatu yang tidak penting. Sepertinya otak saya banyak diisi dengan hal-hal yang ga penting ya. Tapi bukan menurut saya, karena menurut saya ini penting. oke saya ga perlu banyak basa basi buat nulis ini. Saya cuma mau menulis tentang etika berkomunikasi, khususnya dalam sebuah media komunikasi tanpa tatap muka.


Saya ga akan banyak membahas apa sih arti dan definisi dari etika, karena saya tahu semua orang yang membaca ini lebih ngerti  apa itu etika lebih dari pengetahuan saya tentang ini. Tapi yang ingin saya tulis adalah etika berbicara dalam sebuah media tanpa tatap muka. Komunikasi dengan tatap muka aja nih ibaratnya masih sering bisa menimbulkan banyak salah paham dan salah pengertian. Apalagi komunikasi tanpa tatap muka, hanya dengan membaca deretan huruf saja. Saya yakin semua yang baca juga memiliki bayangan ekspresi muka saya yang berbeda-beda saat saya nulis ini. Kalo ada yang membayangkan saya ga pake ekspresi, kamu bener!

Oke, saat kita berkomunikasi, menuliskan kata-kata disebuah chat, pernahkah ada orang yang tiba-tiba minta maaf? atau tiba-tiba nulis "piss, sory ya becanda doang". Itu tandanya dia menganggap kita sedang marah. Tapi pernahkah kamu tahu, bahwa kadangkala satu kata saja dari kalimat yang kita tulis itu bisa menyakiti orang lain? Ga hanya dalam obrolan pribadi, tapi juga dalam sebuah forum berskala besar. Karena itu diperlukanlah sebuah etika untuk kita dalam berkomunikasi, terutama dalam sebuah forum. Sebelum saya menuliskan etika yang menurut saya harus  dimiliki dalam berkomunikasi, saya ingin membagi tipe-tipe orang dalam caranya berkomunikasi dalam sebuah forum :

1. Orang yang dominan. Orang tipe ini selalu ingin tampil menonjol dalam sebuah pembicaraan. Dia selalu berusaha mengarahkan pembicaraan ke dalam tema obrolan yang dia punya. Selain itu dia akan selalu menonjolkan diri dan menganggap bahwa dirinyalah yang paling eksis dalam setiap obrolan, sehingga orang lain yang tergabung dalam forum akan mengikuti arah obrolannya, penting ataupun tidak. Walaupun begitu, tipe ini tidak selalu menganggap dirinya paling benar, dia hanya menganggap dirinyalah yang paling menonjol.

2. Orang yang menganggap dirinya paling benar. Dalam setiap obrolan, tipe ini akan selalu mengeluarkan pendapat-pendapatnya dan menganggap dirinyalah yang paling tau tentang topik itu. Misalnya tentang gadget dan segala kecanggihannya.atau tentang kehidupan pribadinya yang menurut dia sangat menarik.

3.Petugas Informasi. Nah tipe ini ya biasanya memiliki siffat yang sama didalam forum manapun. Menyebar informasi. "Hai, hari ini samsung galaxy sIII keluar dan dibandrol sekian juta lho", atau "ada diskon 97% di gerai ini lho". Orang tipe ini bagus nih, jadi lu ga sia-sia tiap hari tiap jam buka notif forum karena jadi tahu banyak info, even itu penting ataupun engga sih".

4.Hip Hip Hore. Kalo orang tipe ini nih..dia selalu ngikut obrolan apa aja yang lagi rame di forum. Lagi ngomongin gadget hayolah, lagi ngomongin kerjaan it's okelah, lagi ngomongin pacar no problemo (walaupun ga punya) lagi ngomongin masa lalu atau masa depan juga fine sajaaa. Dan kebanyakan tipe ini, dia bisa mengikuti kemana alur pembicaraan yang sedang rame. Boleh diakui orang tipe ini adalah salah satu tipe orang yang cerdas.

5. Pameran. Beuuhh,,,,tipe orang ini seru nih. Dia sering bisa meramaikan sebuah forum dengan sifatnya yang suka pamer. Eh eh guys..udah pada sedia kostum belom sih buat kondangan si A, gue belom nih..bingung mau pake heels apa, ga ada yang matching sama dressnya :( . Niatnya bukan pamer sebenernya, tapi jatohnya jadi pamer, karena obrolan selanjutnya pasti dia bakal ngomongin heels warna apa aja yang udah dia punya dan ga cocok sama dress barunya itu. Tapi yaaahh...biasanya tipe ini bisa ngangkat forum yang sepi mendadak heboh sii. Yang mungkin dengan respons2 yang jadi penasaran. Dan saya ga bakal bilang tipe ini kebanyakan cewek, karena yang suka begini ga cuma cewek, tapi cowok jugak. "eh bro, lu tau ga..earphone gue gilak bening banget coy, berasa dengerin langsung penyanyinya ??#eh

6. Tipe Jelangkung. Tipe ini suka timbul tenggelam. Kadang nongol kadang ilang. Begitu nongol obrolannya lain dari yang lain, begitu nyambung tema banyak nanyanya. Kadang nyambung kadang engga, Bukan ga nyambung obrolannya yah, tapi mungkin karena males baca dari awal sampe akhir yang mungkin notifnya udah ratusan. Ini nih biasanya tipenya orang sibuk nih, wanita atau lelaki karier. Jujur saya termasuk tipe ini walaupun saya bukan tipe orang sibuk.

7. Silent Reader. Oke ya namanya..tapi ini orang sebenernya nih dari hati yang paling dalam pasti pengen banget ikut ngomong, tapi dengan banyak dan berjuta alasan dan kesibukan dia yang mungkin lebih dari artis, dia lebih memilih untuk diam. Membaca, menyimak, dan yang ini saya pasti ga akan salah, berkomentar sendiri. entah mengomentari tema obrolan atau mengomentari notifnya yang semakin semakin dan semakin banyak. Yang kadang saya ga suka dari tipe ini adalah bahwa terkadang sebenernya ada info yang dibutuhkan dari dia, tapi dia cuma diem.

Tinggal tempatkan diri kamu ada di possisi nomor berapa. Tapi berada di posisi nomor berapapun kamu, kamu setidaknya harus memperhatikan beberapa etika dalam berbicara. Seperti yang saya bilang diatas, bahwa bahasa tulisan bisa memiliki banyak ekspresi. Jadi jangan sampai salah bahasa kamu disalahekspresikan oleh orang yang kamu ajak bicara lewat sebuah media.

1. Jangan menyentuh privasi orang lain jika itu berada dalam sebuah obrolan dengan banyak orang didalamnya. Yakin deh kamu juga ga bakalan suka saat ada seseorang yang menyentuh privasimu di depan publik.
2. Berkata tetap dengan norma-norma kesopanan. Okelah sekarang banyak bahkan banyak sekali bahasa-bahasa gaul, tapi ga salah kan ya kalo kita tetep ngomong sopan. Itu lebih bisa meminimalisir kita menyinggung orang lain.
3. Tidak berbicara kotor dan vulgar. Berbicara kotor disini dalam ranah apapun. Ingat, jangan berdalih untuk pendidikan. Karena bagaimanapun ada bahasa sendiri untuk pendidikan. Kita semua calon orang tua dan akan baik kapan dan bagaimana cara kita menyampaikan sesuatu.
4. Tidak berkata kasar. Memaki mencaci mencemooh, dengan berbagai sebutan yang saat ini sedang banyak digandrungi oleh para remaja sebaiknya bisa dihindari, walaupun itu terhadap teman kita sendiri. karena kita ga akan pernah tau apakah itu sebenernya menyakiti atau tidak bagi dia yang menerima. Sesantai-santainya atau kalo kata orang Jawa "sak-dablek dableke uwong" suatu saat juga dia bisa marah.
5. Sebut merk. Yang saya maksud bukan merk sebuah produk. Tapi nama seseorang. Akan lebih baik kan kalo kita ga nyebut nama orang dalam sebuah obrolan.  Eh rambutnya si A kaya sapu ijuk, atau iya tuh idung si B kan pesek. pendek lagi dia. Walaupun itu konteksnya bercanda seperti banyak orang beralasan, tapi saya rasa ada batas-batas candaan.
6. Tidak memunculkan pembicaraan yang sifatnya ke gosip atau fitnah. Eh katanya si ini guy ya. Okelah ga sebut merk si itu nya, tapi itu bisa menimbulkan rasa penasaran yang jatuhnya adalah kita menebak-nebak. Siapa sih siapa? Si A ya si B ya si C ya, ah masa siii? Nah dari satu kalimat ini bisa saja orang dari forum ini karena rasa penasarannya yang sangat, dia bisa nanya-nanya kan ke orang lain lagi, dan apa?? kasihan orang yang dicurigai. Kena fitnah, kalo iya..kalo bukan??? kalo iya pun emang itu masalah buat kita? engga sama sekali, mau dia punya istri 2 kek, guy kek itu adalah kehidupan pribadi dia.


Saya bukan orang yang sepenuhnya ga nyerempet keenam etika itu, kadang juga saya berbicara kasar. Atau kadang masih suka ngomongin orang (semoga yang baik aja yang diomong). Tapi saya hanya berusaha membatasi diri saya dengan enam etika tersebut. Karena saya tahu, orang itu banyak khilafnya. Banyak kepelesetnya. Jadi untuk menghindarinya kdang saya lebih memilih untuk diam. Tuhan memberi saya dua telinga dua mata dan satu mulut, artinya saya harus lebih banyak mendengar (yang baik), melihat (yang baik) dan lebih sedikit berbicara (yang baik pula). Tulisan saya ini bukan juga berniat menggurui, hanya sekedar pengingat buat diri saya sendiri, syukur-syukur kalo ada yang setuju. Terlepas dari kesetujuan atau ketidaksetujuan, Kita semua adalah orang baik dan hiduplah dengan cara yang baik. :)






Tidak ada komentar: