Minggu, 10 Maret 2013

Paris - Pare Kampung Inggris

Akhirnya selesai juga program TOEFL gw, semoga aja ini bisa bermanfaat buat gw sekarang dan ke depannya. Gw pengen nyeritain sedikit perjalanan gw di Pare, Kediri yang terkenal dengan sebutan Kampung Inggris. Berawal dari keinginan untuk meningkatkan kemampuan TOEFL, gw menyambangi sebuah lembaga kursus di Pekalongan yang baru dibuka. Niatnya sih buat daftar kursus. Nah waktu liat harga kursusnya,,,,wow! Itu satu kata yang keluar dari mulut, Harganya mahal ternyata. Karena itu gw batal daftar kursus disitu. Tapi berhubung meningkakan kemampuan TOEFL itu adalah salah satu target gw di tahun 2013, jai gw cari alternatif lain, yaitu PARE. Denger-denger dari seorang temen adalah salah satu tempat menarik yang bisa dijadikan tempat untuk belajar berbahasa Inggris. Memang agak jauh tempatnya. Tapi gw pengen nyoba, seperti apakah Pare yang terkenal mulai dari anak kampus sampai di kalangan orang kerja. Finally, saat itu juga gw mutusin buat berangkat ke Pare tanggal 8 Januari 2013. Tapi sayang, tanggal 5 Januari 2013 gw jatuh sakit dan dianjurkan dokter untuk istirahat cukup lama, karena itu keberangkatan pun diundur. 
22 januari 2013, 23.40 WIB dengan kereta Brantas gw berangkat dari stasiun Pekalongan menuju Kediri, bersama seorang sahabat, Rida. Hampir 11 jam perjalanan dengan kereta ekonomi kami tempuh sampai akhirnya kurang lebih pukul 10.00 gw sampai di stasiun Kediri. Dengan bawaan yang cukup ribet, gw memutuskan menuju Pare dari Kediri dengan Mobil Elf dibantu dengan becak tentunya setelah nanya-nanya sama mbak-mbak di di stasiun, bapak-bapak penjaga toilet, dan sahabat yang udah pernah ke Pare. Becak dengan bapak-bapak berseragam kuning, memberi tarif yang bisa dibilang mahal Rp 15.000,- dari stasiun Kediri sampai tempat nge-tem Mobil Elf, jaraknya ga jauh. Yaahh....kalau di Pekalongan tarif segitu bisa dipakai untuk jarak dua kali lipat dari jarak tempuh yang tadi. Mas-mas sopir mobil Elf sudah sangat cekatan dan memboyong semua barang bawaan gw ke dalam mobil yang semua penumpangnya sama seperti kami, membawa banyak bawaan dan bertujuan ke satu tempat, Pare. Dengan tarif yang sama dengan becak setelah kurang lebih 45 menit gw sampai juga di tempat yang biasa disebut Kampung Inggris, orang-orang disini banyak menyebutnya PARIS- Pare kampung Inggris. 
Excellent Camp 6, kamar 112. Itu adalah tempat gw tinggal selama sebulan di Pare. Di kamar sudah ada Mayang dan Lylla, yang beberapa kemudian pulang karena program mereka di Pare sudah selesai. Mereka adalah mahasiswi ITS semester 4, yap! Ternyata gw paling...tua! zzzzz... Sehari kemudian, datang lagi penghuni kamar 112, Ella, dia seorang mahasiswi semester 4 juga di satu perguruan tinggi di Wonosobo, gw lupa nama PT nya. Dan sebenernya masih ada lagi penghuni kamar 112 yang datang setelah Mayang dan Lylla pulang, tapi hanya dua hari dia langsung pulang karena sakit, namanya Dias, mahasiswi UGM semester 2. Akhirnya kamar kami hanya dihuni 3 orang, gw, Rida, dan Ela.
Excellent Camp 6, salah satu kosan yang penghuninya 24 jam wajib berbahasa Inggris, mengikuti study club pagi pukul 04.30 WIB, study Club Malam  pukul 19.00 WIB, Speech setiap hari Jumat pukul 19.00 WIB, Cleaning together setiap hari Minggu, dan jam malam yang ga lebih dari pukul 21.30 WIB. Hmmmm...dengan peraturan yang banyak, gw serasa tinggal lagi di Asrama Putri semasa kuliah. Dan sayangnya gw bukan orang-orang yang termasuk dalam golongan darah A yang mau mengikuti semua peraturan-peraturan itu. Hahaa... gw lebih memilih untuk ikut study club di luar dan mengerjakan tugas camp sebagai ganti selama satu bulan penuh ga ikut study club malam, atau keluyuran naik sepeda dan tidur saat semua penghuni camp mengikuti study club malam.


Excellent Camp 6 
Elfast adalah satu tempat gw ikut program, disitu gw masuk kelas Pronunciation. Yaaaahh..sebenernya si di awal gw ikut speaking, tapi karna bentrok sama jadwal kelas lain akhirnya gw pindah ke kelas Pronun, Itung-itung ngebenerin pronun gw lah yang acak-acakan. Dan kayanya gw ga pernah menyesal masuk ke kelas ini, karena Tutornya menyenangkan, lucu, kocak, ganteng lagi. Yang terakhir itu bonus aja.  Accent si Mister ini udah bener-bener kaya orang bule aja menurut gw. Namanya Mr. Miftah, yang belakangan gw baru tahu kalo dia seumuran gw.  Ahahaha..g pikir seumuran abang gw dia :p. Dua minggu ikut kelas ini di jam 10.00 – 11.30 WIB itu amat sangat menarik. Kayanya gw menikmati banget kelas ini. “Betty Bought a bit of better butter” , “I scream you scream we all scream for ice cream” itu salah dua dari kalimat yang sering gw pake buat olah raga mulut. Yah tentunya ajaran dari si Mister. Sambil gowes sepeda sambil ngoceh kalimat-kalimat yang diajarin di kelas pronun.


 Elfast 
Sebelum berangkat kelas Pronun di elfast, pukul 07.00 – 08.30 adalah waktunya kelas Vocab di Excellent Course bareng Mr. Deddy. Yang ini gw yakin tuh tutor pasti lebih muda dibanding gw. Yang seru dari kelas ini adalah si Mister suka ngasih cerita – cerita garing atau ngasih cerita motivasi dan tes-tes psikologi. Walaupun tutornya datar dan tiis-tiis aja tapi kelas rame karena Ada Yuli, temen dari Madura yang keluguannya luar biasa, yang jatohnya malah kocak dengan kata-kata “impolite” nya. Semua orang dikatain “impolite” sama dia.
Kresna, adalah tempat gw ngabisin sebagian besar hari gw. Mulai dari pukul 12.30 – 14.00 WIB di kelas reading, 14.00 – 15.30 WIB di kelas listening dan 16.00 – 17.30 WIB di kelas Structure and Writting serta kelas Vocab for TOEFL pukul 18.30 – 20.00 WIB. Mungkin karena itu kelas TOEFL jadi orang-orangnya serius-serius, ga tau juga deh tapi, tapi di kelas ini juga gw paling banyak dapet temen.  Ada Ryan, mahasiswa psikologi UM semester 4, dia salah satu orang yang kocak dan tingkahnya kekanakan, gw serasa ngasuh adik, Dan ternyata dia Ketua Geng Motor Lumajang. Dia cukup menguasai kelas Structure walaupun persentase kehadiran dan bolosnya banyakan bolosnya di semua kelas TOEFL dan vocab. Naning, Mahasiswi peternakan UNSOED, orangnya lamaaaaaaaa dan pelaaaaaaaaaaannn sekali, suka banget warna pink dan sepertinya dia tipe anak rumahan. Jajan penthol sekali langsung sakit seminggu, kocak banget ni orang. Karena cantik dan lembut, dia sering banget jadi bahan godaan di kelas. Ada Idham sang jurnalis, Furqon yang Itong (Ikhwan sepotong), Fatkha, mahasiswa semester 2, Hamda lulusan IPB (satu almamater :p), aal orang paling berisik di kelas dan paling usil padahal dari jogja, mahasiswa-mahasiswa perawat dari UNDIP yang selalu duduk d deretan paling depan dan selalu minta PR, Rina yang selalu heri (heboh sendiri) waktu si Mister ngejelasin materi ataupun bahas soal dan selalu ngasih alasan-alasan kekanakan atas kesalahan jawabanya, tepuk tangan dan ketawa-ketawa sendiri kalo jawabannya bener (ini orang paling aneh menurut gw), om-om yang suka duduk di deretan paling belakang, Fifit lulusan s2 yang berencana lanjut s3 yang selalu berduaan masuk kelas, dan masih banyak lagi tapi gw lupa.


 Kresna Timur 
Sepertinya semua kelas meninggalkan kenangan-kenangan tak terlupakan. Selain berkutat sama kelas dan camp gw juga sering main. Keliling kediri, mall dan bioskop salah satu aktivitas gw di wiken baik dengan motor atau angkot, yang disini bentuknya mobil Elf (ga hadap-hadapan kaya angkot di tempat lain) dan mahal pula Rp 10.000 sekali jalan Pare – kediri. Tapi angkot ini bisa di telp buat ngejemput ke tempat janjian, ga perlu nunggu di pinggir jalan. Tempat lain di pare yang gw kunjungi adalah SLG – Simpang Lima Gumul. Gw ga tau apa istimewanya tapi tempat ini sangat sering dikunjungi banyak orang, mungkin karena merupakan ikon kota kediri. Jatim Park 2 ato yang biasa disebut Batu Secret Zoo, Eco Green Park, dan Museum Satwa tempat liburan yang sangat menyenangkan. Jalan-Jalan ke kebun binatang selalu menjadi hal yang menyenangkan buat gw, bisa ketemu sama Jaguar, Macan, gajah, Jerapah, Beruang yang lucu, Singa, dan teman-temannya yang ga cuma berasal dari Indonesia. Lucu-lucu, dan keren-keren binatangnya. Liat fosil-fosil di Museum satwa juga sangat menyenangkan. Sayang karena waktunya ga cukup ga semua tempat bisa dikunjungi. Berjalan kaki keliling tempat wisata selama 6 jam cukup membuat kaki pegal-pegal, haha.
Buat makanan, kayanya tidak terlalu berbeda dengan tempat lain. Hampir sama, hanya saja disini ada pecel yang katanya khas. Yang menarik buat gw adalah warung ketan. Ada satu warung ketan yang luar biasa ramenya, dan kayanya ini satu-satunya yang jual ketan. Ga ada yang istimewa, Cuma ketan dengan ditambah susu kental manis, kelapa parut dan bubuk kedelai. Sepertinya ini adalah favorit disini sampai harus berebutan mengatri selama satu jam di hari minggu. Selain itu gw nyoba sego megono yang ternyata lebih enak sego megono nya pekalongan menurut gw. Sekali lagi disini yang gw tulis adalah pandangan subjektif gw. Bakso yang biasa disebut dengan penthol, bakwan yang disebut dengan ote-ote. Selain itu sama. Hanya beda nama karna beda bahasa. Tapi semuanya menarik. Oiya...sepeda. Jumlah sepeda disini jauh lebih besar dibanding kampus duli. Sebagian besar pendatang disini semua menggunakan sepeda yang bisa disewa dengan bermacam – macam harga mulai dari Rp 50.000 sampai Rp 120.000.


Armada kebesaran

Sego Megono Ala Pare

 Ketan Bubuk yang antrinya luar biasa dahsyat


 Simpang Lima Gumul


Jatim Park

Hmmm....kayanya itu aja yang pengen gw ceritain. Tentang suka dukanya tinggal disini lebih baik ngerasain sendiri. So far so good lah maen ke Pare. Bisa jadi alternatif tempat liburan edukatif. Liburan ga Cuma buang-buang duit tapi juga dapet ilmu. 
Have a nice holiday all :) 

3 komentar:

Unknown mengatakan...

Untuk lebih jelas mengenai informasi kelas di Elfast Kampung Inggris pare Kediri Bisa ke http://elfast-pare.com/ terdapat segala m,acam informasi kelas/ program di Elfast English Course, informasi camp dan bisa daftar online juga…

Terima Kasih

Elfast Admin Team

Elfast admin team mengatakan...

Untuk lebih jelas mengenai informasi kelas di Elfast Kampung Inggris pare Kediri Bisa ke http://elfast-pare.com/ terdapat segala m,acam informasi kelas/ program di Elfast English Course, informasi camp dan bisa daftar online juga

Ahmad mengatakan...

Maaf mau tanya.. Jam malam di Camp Excellent itu apa saja ya?